Kamis, 19 Mei 2011

Faktor Error dalam Tes Psikologi

Dewasa ini tes psikologi banyak digunakan dalam proses seleksi calon penerimaan baik penerimaan mahasiswa baru maupun karyawan baru. Untuk perusahaan, biasanya mereka mengunakan tes psikologi untuk melihat kepribadian, kecendrungan, maupun daya nalar para kandidat yang kemudian akan dikorelasikan dengan tes- tes lainnya seperti pengetahuan umum, tes bidang akademik, dan wawancara agar memperoleh calon karyawan yang sesuai dengan yang diminta oleh ouwner.

Walaupun tes psikologi dapat dijadikan acuan untuk melihat kepribadian, kecendrungan, maupun daya nalar kandidat, tidak dapat dipungkiri bahwa dalam tes tersebut juga terkadang terdapat error tes yang antara lain disebabkan oleh:

  1. Dari segi testi (dalam hal ini calon karyawan)
    • Kurangnya konsentrasi
    • Cemas
    • Jenuh
    • Tegang
    • Lapar
    • Bosan
    • Lelah dll

    Hal-hal tersebut dapat menurunkan motivasi testi dalam mengerjakan soal tes, sehingga bisa jadi apa yang dijawab oleh testi tidak mencerminkan diri mereka.

  2. Dari segi tester
    • Jutek
    • Tidak jeli
    • Intruksi tidak jelas

  3. Hal-hal selain tester dan testi
    • Gaduh
    • Panas
    • Bau
    • Ada yang terlambat
    • Ruangan terlalu sempis sehingga terkesan sumpek
Oleh karena itu, ada baiknya seorang tester dapat mengantisipasi hal-hal tersebut agar error tes dapat diminimalisir sehingga dapat diperoleh validitas maupun reliabilitas tes yang tinggi.

Sumber:
Mata kuliah psikodiaknostik 2006

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer