Selasa, 18 Desember 2012

Tugas Perkembangan dan Cara Merangsang Perkembangan Anak Usia 0-5 tahun

 
Setiap anak biasanya memulai periode perkembangan yang berbeda pada sekitar usia yang sama, misalnya anak saya telah mampu berjalan sendiri tepat pada usianya yang ke 12 bulan, sedangkan ada anak lainnya yang telah berusia 15 bulan belum mampu berjalan sendiri dan sebagainya.

Oleh karena itu, selaku orang tua ada baiknya untuk menyiapkan, membimbing, dan melatih anak untuk menguasai tugas perkembangannya sesuai norma agar ia dapat berhasil ke periode berikutnya.

Keterlambatan di bidang domain pada usia tertentu cendrung mengganggu perkembangannya dalam bidang terkait, oleh karena itu ada baiknya kita mengetahui apa saja yang seharusnya telah dapat dilakukan anak apada usianya dan bagaimana merangsang perkembangannya dan bila pada usia tersebut anak belum bisa melakukannya maka ada baiknya diperiksakan ke bidan, perawat, atau dokter.

Selain itu kegagalan dalam menguasai tugas perkembangan dapat mengakibatkan beberapa hal sebagai berikut:
  1. Membuat anak merasa rendah diri dan dapat menimbulkan rasa tidak bahagia.
  2. Mengakibatkan ketidaksetujuan sosial yang sering disetai dengan penolakan sosial. Anak dianggap tidak matang dan kekanak-kanakan.
  3. Menyulitkan penguasaan tugas perkembangan yang baru

Adapun tugas perkembangan untuk masa lahir sampai 6 tahun menurut Havighurst yaitu:
  1. Belajar berjalan.
  2. Belajar makan makanan padat.
  3. Belajar berbicara.
  4. Belajar mengendalikan pembuangan sampah tubuh. 
  5. Belajar membedakan jenis kelamin dan kesopanan seksual.
  6. Mencapai stabilitas fisiologis.
  7. Membentuk konsep sederhana mengenai kenyataan sosial dan fisik.
  8. Belajar berhubungan secara emosional dengan orang tua, saudara kandung, dan orang lain.
  9. Belajar membedakan yang benar dan yang salah serta mengembangkan nurani.

Adapun cara untuk merangsang perkembangan anak antara lain: 

           A. Umur 0-3 bulan.
  • Sering memeluk dan menimang bayi dengan penuh kasih sayang.
Sambil memeluk dan menimangnya, ada baiknya kita mencium, mengelus, dan membisikan kata kalau kita sayang padanya. Walaupun ia masih terbilang kecil tetapi sesungguhnya ia telah mengerti apa yang kita ucapkan dan kita lakukan. 
  • Ajak bayi tersenyum dan berbicara.
Senyuman dapat memberikan sinyal bahwa kita sayang padanya dan berbicara dapat menstimulus pendengarannya dan membantu bayi anda untuk memperbanyak kosakata, selain itu pada usia ini anak sudah bisa membalas senyum ketika diajak berbicara atau tersenyum dan mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh.
  • Perdengarkan musik pada bayi. 
Hal ini juga bertujuan untuk menstimulus pendengaran dan menambah kosakatanya.Selain itu dengan musik dapat membuat bayi anda menjadi lebih rileks dan dapat membantu menstimulus perkembangan otaknya misalnya saja dengan mendengarkan musik klasik (mozerat) dan Al-quran untuk yang beragama islam.
  • Berikan anak sebuah mainan yang digantung berbentuk benda apapun yang berwarna cerah yang dapat bergerak dan berbunyi sehingga anak dapat dilihatnya.
          Benda tersebut bertujuan utuk menstimulus pendengaran dan penglihatannya.
 B. Umur 3-6 bulan.
  • Gerakan benda ke kiri dan kanan, di depan matanya.
Hal ini dilakukan untuk menstimulus penglihatan bayi, selain itu juga dapat membantu apakah bayi anda memiliki masalah pada penglihatannya, misalnya mata juling , tidak fokus, dan sebagainya.
  • Perdengarkan berbagai bunyi-bunyian.
Hal ini juga untuk merangsang indra pendengaran, menambah pengetahuan tentang berbagai macam bunyi, dan dapat menirukan bunyi, misalnya bunyi suara ayam, bebek, kodok, ikan, kuda, macan, dan sebagainya.
  • Sering tengkurapkan bayi. 
Pada masa ini bayi sudah mulai berbalik dari telungkup ke telentang dan dapat mempertahankan posisi kepala tetap tegak. Oleh karena itu ada baiknya menstimulus bayi untuk tengkurap.
  • Beri mainan benda yang besar dan berwarna.
Pemberian mainan ini bertujuan untuk merangsang gerak motoriknya baik motorik halus maupun kasarnya dan pada usia ini bayi sudah bisa tersenyum ketika melihat mainan atau gambar yang menarik.
  • Umur 6-12 bulan
  • Ajari bayi duduk.
  • Ajari memegang dan makan biskuit sendiri.
Hal ini bertujuan untuk mengajarkan kemandirian dan terbiasa memakan makannya sendiri.
  • Ajak main cil-luk-ba.
Biasanya seusia ini anak sudah mulai senang bermaian tepuk tangan dan ci-luk-ba.
  • Ajak bicara sesering mungkin.
Dengan mengajar anak bicara sama saja kita membantu anak untuk cepat dapat berbicara karena ia dapat banyak menyerap banyak kosa kata, selain itu juga dapat membangun kedekatan kita dengan bayi.
  • Ajari memegang benda kecil dengan dua jari.
Hal ini untuk menstimulus gerakan motoriknya.
  • Latih mengucapkan ma.. ma.. pa.. pa..
Hal ini bertujuan agar bayi dapat mengenal anggota keluarganya dan meniru kata sederhana seperti mama dan papa.
  • Ajari berdiri dan berjalan dengan berpegangan.
Biasanya susia 9 bulan anak sudah mulai merambat dan usia 12 bulan ia sudah dapat berjalan berpegangan.
  • Beri mainan yang aman dipukul-pukul.
Seusia ini bayi biasanya senang memukul-mukul dan melempar mainannya, oleh karena itu beri mainan yang aman untuknya.
C.  Umur 1-2 tahun.
  • Berikan pujian bila ia berhasil melakukan sesuatu, misalnya ketika ia benar menunjuk gambar atau benda yang kita tanya, mampu menghabiskan makanannya, dan sebagainya.
Memberikan pujian dapat membangun rasa percaya diri anak.
  • Ajari berjalan diundukan atau ditangga.
  • Ajak bernyanyi.
Dengan bernyanyi dapat membantu memperbanyak pembendaharan kata pada anak, dan menurut saya dengan bernyanyi dapat menimbulkan efek senang pada anak serta dapat membangun kedekatan kita dengan anak.
  • Ajak bermain.
Pada usia ini biasanya anak sudah mulai senang bermain.
  • Bacakan cerita anak.
Membacakan cerita juga dapat membantu memperbanyak pembendaharan kata pada anak selain itu anak juga dapat mengetahui berbagai macan peran, bentuk, dan peristiwa serta hal ini pun dapat merangsang perkembangan otaknya.
  • Ajak membereskan mainan.
Hal ini dapat mengajarkan kedisiplinan dan tanggung jawab pada anak.
  • Ajak membersihkan meja dan menyapu.
Hal ini dapat mengajarkan kedisiplinan dan kebersihan pada anak.
  • Ajari memcoret-coret di kertas.
Pada usia ini biasanya anak sudah bisa mencoret-coret dan untuk menerapkan kedisplinan maka ada baimya ajarkan anak untuk menulis di kertas agar tidak terbiasa mencoret-coret tembok atau pada tempat lainnya.
  • Ajari menyebut bagian tubuhnya.
Hal ini dapat membantu anak mengenal bagian tubuhnya sehingga ia mampu menunjuk satu atau beberapa bagian tubuhnya, seperti mata, hidung, mulut, tangan, kaki, rambut, telinga dan sebaginya. 
Pengajaran ini dapat dilakukan dengan bernyanyi untuk mempermudah anak menghapal bagian-bagian tersebut, dapat dilakuakn ketika kita sedang memandikannya, dan atau memakaikannya baju dan sebagainya.
Con:
  1. Ayu nak mama sabunin dulu ya tangannya.
  2. Pakai celanya dulu nak, sini angkat kaki kanannya.

D.  Umur 2-3 tahun.
  • Ajari buag air besar dan kecil di tempatnya.
Hal ini dapat membantu kedisiplinan pada anak dan agar supaya ia tidak lagi membuang kotorannya disembarang tempat.
  • Ajari berpakain sendiri.
Hal ini dapat mengembangkan sikap kemandiriannya dan membantu anak untuk dapat memakai pakaiannya sendiri.
  • Bacakan cerita anak.
Membacakan cerita juga dapat membantu memperbanyak pembendaharan kata pada anak selain itu anak juga dapat mengetahui berbagai macan peran, bentuk, dan peristiwa serta hal ini pun dapat merangsang perkembangan otaknya.
  • Ajak melihat buku bergambar.
Dengan melihat buku bergambar dapat membantu anak mengenal warna dan dapat membuat anak tertarik dengan buku yang sedang dilihatnya.
  • Ajari makan di piringnya sendiri.
Hal ini dapat mengajarkan anak untuk makan makanannya sendiri tanpa harus disuapi oleh orang lain.
  • Ajari cuci tangan.
Mengajari anak mencuci tangan merupakan salah satu cara untuk menjaga kebersihan tubuhnya, terlebih setelah ia memegang sesuatu yang kotor seperti tanah, bulu hewan, makanannya, dan sebagainya.
E.  Umur 3-5 tahun.
  • Awasi anak mencoba hal baru.
Pada usia ini anak biasanya sudah senang mengayun sepeda, melompat-lompat dengan satu kaki, menari-nari dan sebagainya, maka ada baiknya kita juga harus tetap memperhatikan tingkah lakunya agar dapat terhindar sesuatu yang tidak diinginkan.
  • Minta anak menceritakan apa yang ia lakukan.
Hal ini dapat merangsang anak untuk menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar.
  • Dengarkan ia ketika bicara.
Tidak ada salahnya, kita selaku orang tua mendengarkan apapun yang sedang dibicarakan oleh anak walaupun terkadang hal yang ia ceritakan merupakan hal yang tidak penting bagi kita, tetapi sesungguhnya menjadi pendengar yang baik untuk anak merupakan salah satu hal yang harus kita lakukan untuk membantu mereka mengungkapkan apa yang setang ia rasakan, apa yang telah ia alami, dan apa yang ia mau (mengembangkan perkembangan emosinya).
Mendengarkan cerita maupun keluhan anak juga dapat membantu membangun kepercayaan diri mereka, membangun rasa percaya mereka kepada kita, orang lain, dan lingkungan, karena dengan didengarkan membuat mereka merasa didengar, dipedulikan, dan dihargai.
  • Jika ia gagap ajari bicara pelan-pelan.
Jika pada usia ini anak sulit untuk berbica lancar maka ada baiknya kita mengajarkan ia untuk berbicara pelan-pelan dan membantunya mengucapkan kalimat dengan benar serta membantunya membuang kebiasaan bicara terbata-batanya.

Daftar pustaka:
  1. Buku Kesehatan Ibu dan Anak. 2011.   Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  2. B. Hurlock, Elizabeth. Perkembangan Anak Jilid 1. 1978. Erlangga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer