Tampilkan postingan dengan label pengantar psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengantar psikologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Januari 2013

Definisi Psikologi

Sudah lama saya menulis tentang bidang keilmuan psikologi, tapi kenapa baru sekarang terpikirkan untuk menulis tentang apa sebenarnya yang dimaksud dengan psikologi itu sendiri, padahal ini merupakan dasar dari ilmu itu sendiri. Ya sudah meskipun terlambat tapi bolelah dari pada nggak sama sekali. he...

Psikologi itu sendiri berasal dari bahasa Yunani di mana Psyche yang berarti jiwa dan Logos yang berarti ilmu. Jadi psikologi itu berarti ilmu jiwa. Wah jadi bingungkan emangnya bisa jiwa bisa di pelajari? apa itu jiwa? Kerena masih kaburnya definisi ini maka timbullah berbagai pendapat mengenai definisi ini dan banyak para sarjana yang mengemukakan tentang definisi psikologi sesuai dengan arah minat dan aliran masing-masing.

Sebelum psikologi berdiri sendiri sebagai ilmu pengetahuan di tahun 1876, psikologi atau lebih tepatnya gejala-gejala kejiwaan ini dipelajari oleh filsafat dan ilmu faal.
  1. Filsafat.
  • Sejak 500 atau 600 tahun sebelum masehi, gejala-gejala kejiwaan ini telah dipelajari melalui filsuf-filsuf Yunani kuno seperti:
  1. Socrates (469-399 SM).
  2. Plato (427-347 SM).
  3. Aristoteles (384-322 SM).
  • Pada jaman revolusi ilmu pengetahuan di Eropa (Renaisan)
  1. Rene Descartes (1596-1650), filsuf asal Perancis, menyatakan bahwa ilmu jiwa (psikologi) merupakan ilmu tentang kesadaran. 
  2.  George Barkeley (1685-1753), filsuf asal Inggris, menyatakan bahwa psikologi itu adalah ilmu tentang pengindraan (persepsi).
     2.  Ilmu faal.
  • Para ahli ilmu faal, khususnya para dokter yang tertarik dengan masalah kejiwaan pada saat yang bersamaan dengan berkembangnya pengetahuan di negara-negara Eropa, berpendapat bahwa jiwa itu erat sekali hubungannya dengan susunan syaraf dan refleks-refleks. Adapun tokoh-tokohnya antara lain:
  1. Sir Charles Bell (1774-1842) dan Francois Magensie (1783-1855) asal Perancis. 
Mereka menemukan  syaraf-syaraf sensorik (pengindraan) dan syaraf-syaraf motorik (yang mempengaruhi gerak dan kelenjar).
     2.  Paul Brocca (1824-1880), Jerman, menemukan pusat bicara pada otak.
     3.  Marshall Hall (1790-1857), Inggris, menemukan mekanisme refleks. 
  • Dengan adanya penemuan yang telah disumbangkan oleh tokoh diatas, maka muncullah definisi-definsi psikologi yang dikaitkan dengan tingkah laku dan selanjutnya mengaitkan tingkah laku tersebut dengan refleks. Adapun salah satu tokohnya adalah Ivan Pavlov (1849-1936), Rusia, menurutnya psikologi merupakan ilmu tentang refleks dan karena itu psikologi tidak berbeda dari ilmu faal.
Adapun beberapa definisi psikologi (di masa psikologi modern) antara lain:
  1. Glifford T. Morgan.
Ia mendefinisikan psikologi sebagai ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewan; termasuk aplikasinya pada problematika manusia. 
     2.  Garden Murphy.
Menurutnya psikologi itu adalah ilmu yang mempelajari respon yang diberikan oleh makhluk hidup terhadap lingkungannya.

Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya. Ya jadi intinya sih ilmu tentang prilaku. Loh mengapa jadi prilaku? jawabannya sih simpel aja setelah mengalami perkembangan dalam ilmu pengetahuan, maka jiwa itu dirasa terlalu abstrak sedangkan ilmu pengetahuan itu menghendaki objeknya dapat diamati, dicatat, dan diukur. Selain itu tingkah laku itu lebih konkrit dibandingkan dengan jiwa sehingga lebih mudah untuk dipelajari dan dari tingkah laku kita dapat mengenal seseorang.

Prilaku itu dapat dibagi menjadi dua yaitu:
  1. Overt atau kasat mata, misalnya menangis, memukul, makan, membaca dan sebagainya.
  2. Covert atau tidak kasat mata, misalnya motivasi, frustasi, persepsi, emosi dan sebagainya.
Ciri-ciri prilaku:
  1. Prilaku itu kasat mata, tapi penyebabnya mungkin tidak dapat diamati secara langsung.
  2. Ada beberapa ingkatan dalam prilaku, yaitu:
  • Prilaku sederhana dan stereotif, misalnya prilaku binatang bersel satu.
  • Prilaku kompleks. Prilaku ini melibatkan proses mental- fisiologis yang lebih tinggi.
     3.  Bervariasi menurut jenis tertentu yang diklasifikasikan, misalnya:
  • Kognitif : Berfikir.
  • Afeksi : Perasaan.
  • Psikomotor : Gerakan-gerakan fisik.
     4.  Dapat disadari dan tidak disadaari.

Nah berhubung sudah malam, sampai sini saja ya pembahasan kali ini. Lain waktu kita lanjutin lagi.

 Sumber:
  1. Sarwono, Sarlito Wirawan. 2000. Penganar Umum Psikologi. Jakarta: Bulan Bintang.
  2. Print out makalah mata kuliah Pengantar Psikologi Umum. 2003. Jakarta: YAI.
 Pembahasan terkait:
http://ratunisaindriasari.blogspot.com/2011/05/ruang-lingkup-psikologi.html
http://ratunisaindriasari.blogspot.com/2011/06/aliran-psikoanalis-sigmund-freud.htmlhttp:
http://ratunisaindriasari.blogspot.com/2011/06/macam-macam-pendekatan-dalam-psikologi.html

Kamis, 07 Juli 2011

Pengertian Berpikir dan Berpkir dalam Perspektif Islam

Awalnya orang beranggakan bahwa berpikir itu ditentukan oleh anggapan, karena menurut mereka proses berpikir semata-mata merupakan pertautan tanggapan-tanggapan secara mekanis, sehingga orang yang berfikir itu sifatnya pasif.

Namun pada era psikologi sekarang, orang yang berpikir sebenarnya tidak diam (pasif) tetapi jiwanya juga aktif berusaha untuk memecahkan suatu permasalahan. Oleh karena itu, pada era ini orang yang berfikir lebih tepat dikatakan dinamis

Menurut M Alisuf Sabri dalam bukunya "Pengantar Psikolgi Umum dan Perkembangan", orang berpikir untuk:
  1. Melakukan kegiatan kearah penyelesaian suatu problem/ persoalan
  2. Melakukan pemecahan persoalan dengan menggunaan pengalaman- pengalaman yang pernah ada pada diri kita
  3. Berfikir merupakan suatu akta psikis yang dinamis, dimana individu yang merupakan penggerak prosesnya
  4. Berfikir merupakan suatu kegiatan psikis yang bersifat perlambangan
Namun selain itu, berpikir juga merupakan:
  1. Pembentukan konsep
  2. Orang berfikir karena adanya rasa ingin tahu
  3. Adanya proses kognitif dalam berpikir
  4. Untuk menemukan sesuatu yang baru
  5. Membuat hubungan yang satu dengan yang lainnya
Secara umum, berpikir dapat dikatan sebagai kemampuan untuk menghubung-hubungkan (asosiasi) sesuatu dengan sesuatu yang lainnya untuk memecahkan suatu persoalan atau permasalahan.

Menghubung-hubungkan disini merupakan menghubungkan sesuai dengan yang kita inginkan dan faktor psikologisnya dimana hubungannya diputuskan pada saat berpikir. Hasil dari menghubung-hubungkan antara lain:
  1. Memecahkan masalah
  2. Gagasan-gagasan
  3. Idea-idea
Macam-macam berpikir:
  1. Directed thinking
    • Lebih nyata
    • Realistis
    • Empiris
    • Berfikir terarah dan memiliki tujuan

  2. Non directed thinking
    • Berpikir autistic, dimana pemikirannya sangat pribadi dan tanda-tanda yang digunakan mempunyai arti
      Con:

      Mimpi dan fantasi
Cara penarikan kesimpulan dalam berpikir:
  1. Deduktif
    • Umum- Khusus
    • Silogisme
    • Memerlukan kriteria-kriteria pengukuran yang butuh observasi ditail untuk berpikir secara kualitatif

  2. Induktif
    • Dari suatu peristiwa ke hal yang umum (Khusus- Umum)

  3. Evaluatif
    • Tepat atau tidaknya suatu gagasan
    • Berpikir kritis
    • Menilai baik-buruknya

  4. Analogis
    • Berpikir kira-kira sama atau tidaknya hal yang satu dengan yang lainnya (membandingkan)

Langkah-langkah dalam berpikir yaitu:
  1. Kesadaran akan adanya problem
  2. Pengumpulan data mengenai problem yang sedang dihadapi
  3. Penyusunan hipotesis
  4. Pengujian kebenaran hipotesis
Dalam islam, langkah-langkah berpikir terlihat jelas tertulis dalam Al-Quran yaitu antara lain:
  1. Q. S Al-An'am (6) ayat 74-79
  2. Q.S Ash-Saffat (37) ayat 95, yang berbunyi:

    "Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?""

  3. Q.S Al-Anbiya (21) ayat 66-67, yang berbunyi:

    "Dia (Ibrahim) berkata, "Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikitpun dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kamu?""

    "Celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah! Tidakkah kamu mengerti?"
Dalam berpikir, tidak jarang kita mengalami kesalahan dalam penarikan sebuah kesimpulan akan sesuatu yang mana hal ini disebabkan antara lain oleh:
  1. Kesalah formal (batas-batas)
    • Kesalahan ini dalam bentuk, urutan, dan kontruksi
    • Orang yang mengalami gangguan mental adalah orang yang mengalami akumulasi dari luka lama yang kemudian dipicu oleh luka baru. Dimana ada kalanya kita keluar dari batas-batas untuk menemukan sesuatu yang baru

  2. Kesalahan material (isi)
    • Terjadi karena kita tidak mengenali masalah
    • Tidak dapat memecahkan masalah akibat ketidak tepatan dalam memecahkan masalah
Adapun kesalah dalam penerikan kesimpulan menurut perspektif islam tertulis ada Al-Quran yang antara lain:
  1. Q.S Al-Furqan (25) ayat 14 yang berbunyi:

    " (Akan dikatakan kepada mereka), "JAnganlah kamu mengharapkan pada hari ini satu kebinasaan, melaikan harapkanlah kebinasaan yang berulang"".

  2. Q.S Al-Isra (17) ayat 46 yang berbunyi:
    "Dan kami jadikan hati mereka tertutup dan telinga mereka tersumbat, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila engkau menyebut Tuhanmu saja dalam Al-Quran, mereka berpaling ke belakang melarikan diri (karena benci)"
Dalam berpikir, sering juga kita dipengaruhi oleh sesuatu. Adapun hal-hal yang mempengaruhi berpikir antara lain:
  1. Motivasi
    • Apabila motivasi rendah maka kita akan menjadi malas
    • Apabila motivasi kita sedang tinggi maka akan membatasi pleksibilitas
  2. Kepercayaan atau sikap yang salah (hal-hal yang formal)
  3. Kebiasaan
  4. Emosi


Sumber:
Sabri, M. Alisuf. 1993. Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya.
Departemen Agama RI. Al-Quran dan Terjemahannya. Surakarta: Media Insani Publishing.
Catatan mata kuliah Pengantar Psikologi. JAkarta 2005

Selasa, 05 Juli 2011

Pengertian Lupa dan Teori Lupa

Duh maaf gw lupa ni...!!!??, kita sering sekali mendengar kata-kata ini atau bahkan mengatakan sendiri kata-kata tersebut apabila kita tidak mengingat sesuatu atau lupa akan sesuatu.

Sesungguhnya tidak ada yang mempunyai ingatan yang lemah karena semua itu adalah kemampuannya untuk menggoorganisasikan otaknya, hanya saja ingatan yang lemah dapat disebabkan karena kelainan dalam pemprosesan informasi. Dan semakin banyak tidur, maka semakin sulit kita mengkinerjakan otak karena kita banyak menghirup zat asam disaat tidur.

Menurut Irwanto dalam bukunya Piskologi Umum, lupa merupakan suatu gejala di mana informasi yang telah disimpan tidak dapat ditemukan kembali untuk digunakan. Ada lima macam teori tentang lupa yang akan kita bahas, adapun teori tersebut yaitu:
  1. Decay theory
    Teori ini beranggapan bahwa memori akan semakin aus dengan berlangsungnya waktu bila tidak diulang kembali (rehearsal). Atau secara sedehananya kita akan lupa bila kita tidak mengingat-ingat atau mengulang kembali sesuatu

  2. Interference theory
    Terjadinya lupa dapat disebabkan karena:
    • Terjadinya penumpukan memori
    • Terpengaruhnya atau tercampurnya informasi yang satu dengan informasi yang lainya. Terpengaruh atau tercampurnya informasi dapat dibedakkan menjadi dua, yaitu:
      • Interferensi retroaktif:
        Informasi yang baru menyebabkan susahnya kita mengingat informasi yang lama
      • Interferensi proaktif
        Dimana informasi yang sudah tersimpan di memori jangka panjang mempersulit masuknya informasi yang baru

  3. Retrieval failure
    Teori ini beranggapan bahwa lupa atau kegagalan mengingat disebkan karena kurang memadainya petunjuk

  4. Motivated forgetting
    Menurut teori ini, hal-hal yang tidak menyenangkan cendrung untuk dilupakan

  5. Gangguan fisiologis
    Selain empat teori diatas, gangguan fisiologis ternyata juga dapat menyebabkan seseorang menjadi lupa, misalnya pada orang yang terkena amnesia, dimana lupa dapat terjadi karena adanya gangguan pada engram (perubahan fisik di bagian otak yang disebabkan olah faktor-faktor biokimiawi otak).

    Amnesia dapat dibagai menjadi dua, yaitu:
    • Amnesia retrogad
      Lupa akan informasi yang telah lalu

    • Amnesia anterograd
      Lupa akan informasi yang baru saja diterima
Setiap orang pasti menginginkan memiliki daya ingat yang tinggi dan cendrung menghindari lupa karena tidak jarang kita memperoleh kerugian dari lupa, misalnya saja ketika kita lupa mengerjakan tugas yang akan dikumpulkan saat itu juga. Nah untuk meningkatkan kemampuan mengingat ada baiknya kita melakukan hal-hal dibawah ini, yang antara lain:
  1. Retrieval atau melakukan pengulangan
    Con:

    Agar tidak lupa dengan perkalian Ana mencoba belajar berhitung tentang perkalian kembali

  2. Ketika kita ingin mengkoorganisasikan otak kita, maka agar mudah kita harus mengaitkan sesuatu dengan konteks-konteks tertentu, seperti ruang, tempat, perasaa, nama dll. Atau secara sederhanya peristiwa tertentu kita beri arti agar mudah mengingat
    Con:

    Pelangi terjadi setelah turun hujan.

  3. Mengkoorganisasikan informai sedemikian rupa sehinga dapat diingat kembali misalnya dengan menggunakan jembatan keledai dan Jost
    Con:

    • Jembatan keledai: TNI (Tentara Nasional Indonesia)
    • Teknik jost: 12 x 1 lebih baik daripada kita harus menyebutnya 1 x 12
Note:
untuk mengingatkan teori mengenai memori silakan klik di:
http://ratunisaindriasari.blogspot.com/2011/07/sistem-memori-pada-manusia.html


Sumber:
Irwanto. 2002. Psikologi Umum. Jakarta: PT. Prenhallindo
Catatan "Pengantar Psikologi" Jakarta: 2005

Senin, 04 Juli 2011

Sistem Memori Pada Manusia

Memori merupakan:
  • Kemampuan seseorang untuk mengubah informasi menjadi simbol-simbol untuk disimpan yang pada suatu saat akan dipanggil kembali untuk digunakan atau secara sederhana dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk menyimpan informasi sehingga dapat digunakan digunakan kembali
Model-model ingatan:

Input (sensori) --} SM --} STM --} LTM --} M Out put

  1. Input (sensori)
    Rangsangan yang diterima oleh indera yang kemudian akan diteruskan sebagai informasi ke sistem memori selanjutnya
  2. Sensori Memory (SM)
    Proses penyimpanan memori melalui jalur syaraf-syaraf sensoris yang berlangsung dalam waktu yang pendek

    Con:

    Matikan lampu disebuah ruangan namun hidupkan lilin di sudut ruangan, kemudian tutup mata sebentar lalu buka dan dekatkan tangan anda ke lilin tersebut, kemudian tutup lagi, disaat itu terlinntas bayangan tangan anda beberapa detik
  3. Memori jangka pendek (STM)
    Suatu proses penyimpanan memori sementara. STM ini sering juga disebut dengan working memory karena informasi yang disimpan hanya dipertahankan selama informasi itu masih dibutuhkan

    Con:

    Ketika kita berkenalan dengan seseorang di halte, mungkin saat itu kita hafal nama orang tersebut, namun bisa saja lupa setelah beberapa saat bila kita tidak lagi berhubungan dengan orang tersebut
  4. Memori jangka panjang (LTM)
    Suatu proses penyimpanan informasi yang permanen. Memori jangka panjang ini berasal dari memori jangka pendek yang selalu diulang-ulang dan berkesan bagi individu sehingga informasi yang ia terima dapat bersifat permanen dan bila suatu saat ia butuhkan maka akan teringat lagi
  5. Memory Output
    Memori ini merupakan memori yang dikeluarkan
Proses memori:
Input --} persepsi --} analisis --} analisa arti input

  • Persepsi: pemberian arti
  • Analisis: Pembuatan kode
Memori memiliki beberapa tahap, adapun tahapan-tahapan memori yaitu:
  1. Acquistion
    Mengambil persepsi untuk diseleksi atau dipilih sesuai dengan kehendak
  2. Storage
    Penyimpanan informasi yang telah diseleksi agar dapat dipanggil kembali
  3. Retrival
    Pengambilan ingatan kembali (peristiwa ricall)
Note:
Jika ingin mengetahui tentang teori lupa silakan klik di:
http://ratunisaindriasari.blogspot.com/2011/07/pengertian-lupa-dan-teori-lupa.html

Sumber:
Irwanto. 2002. Psikologi Umum. Jakarta: PT. Prenhallindo
Catatan "Pengantar Psikologi" Jakarta: 2005

Minggu, 03 Juli 2011

Macam-macam Teori Emosi

Melanjutkan pembahasan kita mengenai emosi sebelumnya, untuk kali ini saya akan membahas tentang teori-teori yang dikemukakan oleh para tokoh untuk menjelaskan mengenai emosi. Adapun teori tersebut antara lain:
  1. William James (Fisik --: emosi)
    Emosi menurutnya timbul dari perubahan fisiologis yang terjadi sebagai respn terhadap situasi yang menakutkan
    Con:

    Ditengah jalan Widyan terpeleset kulit pisang sehingga ia terjatuh dan merasa sakit, setelah tu ia berdiri dengan rasa malu

  2. Walter Cannon
    • Menurutnya perubahan fisik cendrung tidak berbeda dari emosi yang satu ke emosi yang lain, yang membedakan hanya individu yang mengalami
    • Organ internal merupakan strukstur reaktif yang peka karena itu tidak memenuhi sarat pada sember emosi
      Con:

      Jantung berdebar-debar bukan hanya karena emosi, tapi bisa saja karena ia mengidap suatu penyakit
    • Segala sesuatu yang menimbulkan reaksi fisik bukan reaksi yang sebenarnya
      Con:

      Jalan yang sempoyongan pada pemakai narkoba
    • Menurutnya yang mempengaruhi terjadinya emosi pada manusia adalah hipotalamus

  3. Cannon- Bard
    • Reaksi fisik dan emosi bersamaan
    • Bard: bukan hanya hipotalamus yang mempengaruhi emosi pada seseorang namun juga karena adanya talamus

  4. Teori kognitif
    • Tokoh: Schachter dimana ia mengatakan bahwa emosi merupakan fungsi interaksi antara faktor kognitif dan keadaan keterbangkitan fisiologis
    • Emosi dipengaruhi oleh kognitif
    • Cara individu menggambarkan emosinya biasanya adalah dengan menggambarkan apa yang membuat mereka emosi dan reaksi badan yang dirasakan, serta kesulitan dalam menghadapi hal tersebut

  5. Tingkat keterbangkitan emosi
    • Dengan tingkat keterbangkitan emosi yang rendah, seseorang siap dan berminat bila diberikan tugas
    • Penampilan optimal pada tingkat keterbangkitan emosi yang sedang
    • Emosi yang terus-menerus dapat menyebabkan psikosomatis

  6. Pengukuran emosi
    • Emosi dapat diukur dengan menggunakan Galvanic Skin Response (GSR)
    • GSR ini merupakan indikator kepekaan dari perubahan dalam keadaan emosi
    • Perubahan fisik dapat dilihat waktu emosi terangsang elektroda yang ditempelkan pada kulit (mis: telapak tangan) yang dihubungkan dengan galvanometer

Sumber:
Catatan matakuliah "Psikologi Umum" Jakarta 08/ 04/ 04

Note:
Untuk memperjelasa pembahasan mengenai emosi silakan lihat pembaasan sebelumnya di:
http://ratunisaindriasari.blogspot.com/2011/07/pengertian-respon-fisiologis-dan-fungsi.html

Pengertian, Respon, dan Fungsi Emosi

Banyak orang salah kaprah menyebut emosi dengan perasaan, padahal emosi itu disertai dengan reaksi fisiologis sedangkan perasaan tidak disertai dengan refleks fisiologis, intensitasnya lebih rendah dari emosi, dan berhubungan dengan kegiatan sehari-hari.

Emosi merupakan:
  1. Stir up of filling (Perasaan yang meluap-luap)
  2. Emosi sulit diukur
  3. Bersifat spontan (berasal dari dorongan alam bawah sadar)
  4. Memberi makna pada tingkah laku kita
  5. Tidak sama dengan orang lain (autentik: khas)
  6. Sumber energi (con: apabila kita ingin bekerja)
  7. Inisiatif bila ingin sesuatu
  8. Kebijakan intuitif (suara hati) untuk mempertimbangkan banyak hal melalui dasar hati. Orang yang cerdas bila intuitifnya berjalan dengan baik. Jika emosi terkontrol atau matang maka tingkah laku dapat terkendali
Perubahan tubuh pada saat emosi dipengaruhi oleh sistem saraf pusat dan kelenjar endogrin. Dimana saraf simpatik terjadi pada keadaan marah dan saraf parasimpatik terjadi pada keadaan normal. Reaksi fisik pada saat emosi tidak disadari (internal) dan ekspresi fisik disadari (eksternal). Adapun respon fisiologis tubuh bila terjadi emosi berupa, antara lain:
  1. Denyut jantung meningkat (berdebar cepat)
  2. Nafas semakin cepat
  3. Respon pupil mata membesar
  4. Sekresi air liur berkurang sedangkan keringat meningkat (bayak mengeluarkan keringat)
  5. Terjadi respon pilomotor (bulu-bulu berdiri: dalam keadaan takut)
  6. Pencernaan tidak normal (sering terjadi mual atau diare
  7. Banyak BAK
  8. Kadar gula darah meningkat (untuk menyiapakn energi)
  9. Ketegangan otot dan gemetar
  10. Pembuluh darah membesar
  11. Darah cepat membeku ketika luka
Ekspresi emosi:
  1. Ekspresi wajah
    • Darwin: diwarisi
    • Ekspresi pada tahun pertama disebabkan oleh menstruasi
    • Dari keadaan primitif ini berkembang menjadi delight: Kualitas positif yang tidak ada sebelumnya
    • Usia kurang lebih 5 bulan
      1. Anger
      2. Disfungsi: delight dan stress
    • Usia kurnag lebih 7 bulan: berupa ketakutan (fear)
    • Usia 10-12 bulan : elation dan offection dari delight
  2. Peran belajar
    Bentuk-bentuk konvensional "bahasa emosi" yang terdapat dalam suatu lingkungan
Fungsi-fungsi emosi:
  1. Memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam penalaran
    Con:

    Terlalu cinta
  2. Memiliki keunggulan yang meliputi kehidupan mental. Emosi memiliki keterkaitan dengan motivasi
    Con:

    Orang yang terlalu benci bisa membunuh
  3. Ikut memutuskan bagaimana bagian otak lainnya melangsungkan fungsinya
  4. Memiliki pengaruh yang sangat luas
    Con:

    Dalam bidang pekerjaan

Sumber:
Catatan matakuliah "Psikologi Umum" Jakarta 08/04/04

Perkembangan manusia (Periode Prenatal - Old Age)

Pada pembahasan kali ini, saya akan membahas tentang pekembangan manusia dalam rentang ia sejak periode dalam kandungan (prenatal) hingga periode usia lanjud (old age). Namun di sini saya hanya menguraikan tentang ciri-ciri yang menonjol dan faktor-faktor penting yang harus diperhatikan pada periode ini.
  1. Periode dalam kandungan (prenatal)
    Pada periode ini terjadi perkembangan:
    • Pengalihan ciri-ciri genetis kedua orang tua
    • Pembentukan organ tubuh
    • Pengaruh fisik dan psikologis ibu
  2. Periode bayi
    Periode ini mencangkup beberapa periode perkembangan yang pendek, yaitu:
    1. Orok (infancy):
      • Periode ini berkisar antara 0- 2 minggu
      • Bayi belum bisa melihat
      • Dimana pada kurang lebih 30 menit masa kelahiran bayi masih bersatu dan bergantung pada ibunya (dartunalat)
      • Pada masa ini terjadi pemotongan plasenta (neonatal)
      • Terjadi penyesuaian yang radikal (periode terpendek)
        Con:

        Bayi mencoba bernafas walaupun belum teratur.
      • Pola prilaku bersifat tanpa arti dan kurang terkendali
        Con:

        Menggerak-gerakan tangan dan kaki
      • Ada prilaku spesifik untuk refleks, termasuk beberapa jenis refleks yang terjadi bila ada rangsangan dari luar
    2. Babyhood
      • Periode ini berkisar antara 0- 2 tahun
      • Pada masa ini terjadi pembentukan kepribadian
      • Usia terjadinya perubahan dan pertumbuhan yang amat cepat
        Con:

        Berat badan bertambah
      • Munculnya individualitas
      • Belajar mengenal orang lain diluar ibunya
      • Belajar bersosialisasi
      • Peran seksual
      • Keingintahuan yang besar
      • Tumbuhnya keativitas
  3. Periode anak-anak awal (early childhood)
    • Masa ini berkisar antara 2 - 6 tahun
    • Pada periode ini orang tua merasa sulit mengatur anak- anak mereka karena anak cenrung nakal
    • Penguasaan tangan dan kaki semakin baik, anak cendrung secara tetap melaksanakan pekerjaan dengan satu tangan (handness)
    • Kemampuan bahasa menjai lebih baik, anak lebih cerewet (chatterbox age)
    • Anak berinteraksi dengan temannya (berkelompok)
    • Anak belajar keterampilan:
      1. School skills
        Keterampilan yang diajarkan di sekolah
        Con:

        Belajar membaca dan menulis
      2. School help skills (membantu orang lain)
      3. Self help skills (mengurus dirinya sendiri)
        Con:

        Memakai celan dan baju sendiri
  4. Periode anak-anak akhir (late childhood)
    • Periode ini berkisar pada usia 6 tahun hingga organ-organ seksualnya matang
    • Perempuan: 12 - 13 tahun
    • Laki-laki: 14-15 tahun
    • Anak jauh lebih mandiri
    • Norma-norma moral yang tadinya absolot di rumah menjadi lebih relatif oleh karena itu anak menjadi suka membantah dan membandingkan
  5. Periode pubertas
    • Organ reproduksi matang (sudah siap bereproduksi)
    • Daya tarik heteroseksual lebih kuat (suka pada lawan jenis)
    • Muncul tanda-tanda seksual sekunder
    • Pada wanita terjadi haid pertama (menarce)
    • Pada pria terjadi mimpi basah (wet dream)
    • Tubuh mengalami pertumbuhan dengan cepat
    • Selalu ingin menyendiri (negativisme)
    • Bosan dengan berbagai aktivitas yang biasa dilakukan (ingin mencari jati diri dan tidak puas dengan apa yang dia dapat)
    • Hidup seenaknya
    • Sikap yang selalu bertentangan (antagonistik)
    • Suasaana hati mudah berubah
    • Kurang pede, misalnya karena mempunyai banyak jerawat
    • Mudah tersinggung
  6. Periode remaja (adolescence)
    • Remaja awal 13- 17 tahun
    • Remaja akhir 17- 18 tahun
    • Klimaks dari periode-eriode sebelumnya
    • Teman-teman sebaya mempunyai arti penting
    • Memandang duania seperti apa yang diinginkan
    • Pemantapan identitas diri (strom and strees)
  7. Periode dewasa awal (early adulthood)
    • Berkisar antara 18- 44 tahun
    • Umur pemantapan terhadap pola hidupkeluarga
    • Pengaruh teman sebaya mulai berkurang
    • Belajar bebagai peran yang sudah mantap, misalnya guru, orang tua, dll
  8. Periode dewasa madya (middle age/ middle adulthood)
    • Berkisar 40-60 tahun
    • Sudah mapan
    • Keadaan fisik tidak sekuat periode sebelumnya
    • Periode transisi fisik dan lingkungan sosial
    • Masa mengingat-ingat masa lalu (kontemplasi)
    • Keseriusan dalam bekerja
    • Keseriusan dalam keluarga dimana anak-anak sudah mulai dewasa
    • Cendrung mempunyai perhatiyan yang besar terhadap aktivitas di luar rumah
    • Pada wanita terjadi menopause (berhentinya haid karena penurunan hormon estrogen) pada usia 50 tahunan
    • Pada pria terjadi climateric syndrome (penurunan hormon testoteron)
  9. Periode usia lanjud (old age/ late adulthood)
    • Masa mensyukuri segala sesuatu yang sudah dicapai di masa lalu
    • Masa pensiun
    • Cendrung mempunyai hobi pad akelompok-kelompok yang sama watu remaja dulu
Sumber:
Irwanto. 2002. Psikologi Umum. Jakarta: PT. Prenhallindo

Pembahasan terkait:
http://ratunisaindriasari.blogspot.com/2011/07/teori-pembawaan-dan-lingkungan-serta.html

Jumat, 01 Juli 2011

Teori Pembawaan dan Lingkungan serta Konsep Islam Pada Perkembanagn Individu

Perkembangan manusia dipengaruhi oleh banyak faktor, dan banyak teori atau aliran yang mencoba untuk mengungkap faktor yang terjadi pada masa perkembangan tersebut. Adapun aliran yang membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan individu antara lain:
  1. Nature (bawaan)
    • Aliran ini dikenal juga dengan istilah nativisme yang dipelopori oleh Schipenhauer, Plato, dan Descrates. Menurut Aliran ini pertumbuhan manusia sudah ditentukan oleh alam (bakat bawaan dan genetis), dimana lingkungan dan penduduk tidak dapat merubah arah perkembangannya.

    • Aliran ini menimbulkan gerakan pesimisme pedagogik
  2. Nurture (lingkungan)
    • Aliran ini juga sering dikenal dengan istilah emperisme yang dipelopori oleh Jhon Locke (1632 -1704) dimana ia mengibaratkan manusia dilahirkan putih bersih bagaikan kertas yang belum ditulisi, kemudian lingkungan yang membentuk atau menentukan seseorang menjadi manusia seperti pada waktu dewasa. oleh karena itu lingkungan harus "diatur" dengan baik agar anak-anak kelak menjadi manusia dewasa yang baik (tabula rasa)
    • Pandangan in imendasari banyak pandangan para ahli psikologi aliran behaviorisme moderen, seperti Albert Bandura dan B. F Skiner
    • Menimbulkan gerakan optimesme pedagogis
  3. Konvergensi (bawaan dan lingkungan)
    • Tokoh dari aliran ini adalah William Stern (1871 - 1938)
    • Menurut aliran ini perkembangan merupakan transaksi antara diri individu dengan dirinya sendiri dan lingkungan
    • Ada hal-hal yang sulit atau tidak mungkin diubah dalam diri individu sehingga ia berupaya untuk membuat lingkungan sesuai dengan dirinya. Akan tetapi banyak pula hal yang dalam dirinya bisa berubah, dalam hal ini ia menyesuaikan dirinya dengan lingkungan
    • Manusia dilahirkan dengan potensi-potensi, dan potensi-potensi itu tidak akan berkembang bila lingkungan tidak memfaslitasi
  4. Konsep islam
    • Menurut konsep ini manusia lahir telah memiliki potensi-potensi yang baik dan yang buruk, dan Allah SWT telah memberikan akal untuk manusia untuk memilih kebaikan atau keburukan
    • Sejak lahir manusia telah diberi fitrah oleh Allah SWT dimana manusia lebih cendrunga berbuat baik hanya saja bagaimana orang tuanya yang mengarahkan anak tersebut ke arah mana
    • Kecendrungan potensi ini berupa:
      • Fisik : Hereditas (bentuk tubuh)
      • Psikis : Mental, bakat bawaan
    • Fitrah merupakan:
      • Bawaan alami yang melekat pada diri manusia dan bukan sesuatu yang diperoleh dengan usaha.
      • Fitrah mirip dengan kesadaran, sebab manusia mengetahui bahwa dirinya mengetahui apa yang dia ketahui. Artinya dalam diri manusia terdapat sekumpulan hal yang bersifat fitrah dan dia tahu betul tentang hal tersebut

Sumber:
Irwanto. 2002. Psikologi Umum. Jakarta: PT. Prenhallindo
Catatan kuliah "Pengantar Psikologi". 2003 - 2004. Jakarta

Pembahasan terkait:
http://ratunisaindriasari.blogspot.com/2011/07/perkembangan-manusia-periode-prenatal.html

Perbedaan antara Perkembangan, Pertumbuhan, dan Kematangan pada Individu

Perkembangan merupakan:
  • Perubahan progresif yang bersifat kulitatif (fungsional): tidak terbatan atau dapat dikatakan dengan proses dinamik yang berlangsung terus-menerus.
  • Pertumbuhan-pertumbuhan psikologis atau mental yang dialami individu dalam proses menjadi dewasa.
  • Perkembangan ada dua macam, yaitu:
  1. Normal. 
  2. Tidak normal: ada yang lebih lambat dan ada yang lebih cepat.
  • Menurut Sigmund Freud, apabila individu mengalami hambatan dalam tahapan perkembangannya maka kemungkinan yang akan terjadi antara lain:
    1. Regresi:
      DimanaPrilaku seseorang menjadi mundur pada tahapan perkembangan sebelumnya
    2. Fiksasi:
      Dimana perkembangan bertambah sedangkan pola prilaku tidak bertambah
     
  • Faktor yang mempengaruhi perkembangan: 
  1. Pembawaan.
  • Hereditas, misalnya ras dan gen.
  • Pembawaan atau perseorangan.
               2.  Lingkungan.
  • Fisik, misalnya makanan dan material.
  • Non fisik, misalnya sosial budaya,
Pertumbuhan merupakan:
  • Perubahan progresif yang bersifat kuantitatif (struktural): ada batasan.
  • Perubahan-perubahan fisik atau biologis ke arah kematangan fisiologis, yaitu:
    • Organ-organ tubuh dapat bersifat secara optimal
    • Hanya terjadi sekali dan tidak berulang
Kematangan merupakan:
Kematangan dapat dibagi menjadi dua yaitu:
  1. Kematangan psikologi
    Yang dimaksud dengan kematangan dari sisi psikologi adalah kedewasaan
  2. Kematangan fisiologi
    Kematangan ini bersifat organ-organ tubuh secara optimal (dicapai hampir tanpa proses belajar
    Con:
    Kematangan alat kelamin sekunder
Sumber:
Catatan mata kuliah Pengantar Psikologi. 2003. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Catatan mata kuliah Psikologi pendidikan 2005. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Selasa, 28 Juni 2011

Aliran Psikoanalis - Sigmund Freud

Siapa yang tidak kenal dengan Sigmund Freud, beliau adalah bapak psikoanalisa yang dilahirkan pada tahun 1856. Dia mengibaratkan manusia sebagai gunung es karena menurutnya manusia itu tidak dapat dipahami makanya ia mencoba memahaminya melalui pengibaratannya itu. Dalam konsep ini, manusia mempunyai struktur kesadaran yaitu:
  1. Bawah sadar: Id
  2. Ambang sadar: super ego
  3. Kesadaran: ego
yang mana manusia sedari dulu telah mempunyai suatu naluri yang selalu di penuhi (id-nya)

Menurut Sigmund freud, kesadaran yang ada pada manusia itu hanya sedikit yang terlihat sedangkan alam bawah sadarnya sendiri itu tidak terlihat. Menurutnya, id selalu ingin muncul makanya ia menekan ke atas, sedangkan ego selalu menekan id agar nafsu atau kehendak tidak terlalu muncul di permukaan. Disinilah diperlukannya super ego sebagai norma yang menyeimbangkan antara id dan ego.

Berdasarkan teori ini pula, apabila id selalu ditekan maka akan muncul suatu gejala ke abnormalan yang disebut dengan abnormalitas yang dapat menimbulkan mimpi pada seseorang pada saat tidurnya. Menurutnya apabila ia melupakan mimpinyamaka ia telah merasa puas atau melupakannya, namun apabila ia sampai merasa ketakutan sampai-sampai ia mengigau dan berteriak histeris maka ia di alam kesadarannya selalu menekan id-nya. Begitu pula apabila id tidak pernah dikontrol, ia selalu meledak-ledak, maka orang tersebut juga akan mengalami abnormalitas.

Mimpi merupakan jalan keluar bagi id yang selalu ditekan karena kita cendrung menghindari rasa sakit atau sesuatu yang menyakitkansehingga kita menekannya.
Contohnya:

Anita sakit hati dengan Tio, tapi Anita tidak mungkin membalas perbuatan Tio antaran melihat mukanya saja sudah sebel, sehingga muncullah mimpi, dimana dalam mimpi tersebut anita mencaci-maki Tio dan Anitapun merasa lega.

Untuk mengetahui sesuatu yang tersimpan di alam bawah sadar, maka kita dapat melakukan asosiasi bebas (terjadi secara sempontan).
Con:

Piso --: tajam --: karena selalu diasah --: dapat digunakan untuk memotong --: hipotesa kesadaran

oleh karena itu kesadaran itu terbagi menjadi 2, yaitu:
  1. Kesadaran secara fisik
  2. Kesadaran secara mental

Sumber:
Catatan mata kuliah Pengantar Psikologi, 05/10/04

Minggu, 26 Juni 2011

Macam-macam Pendekatan dalam Psikologi

Dalam ilmu psikologi, terdapat berbagai macam pendekatan yang mencoba menjelaskan tentang berbagai prilaku yang terjadi pada manusia, adapun berberapa pendekatan tersebut antara lain:
  1. Neurobiologis
    Prilaku manusia di sini dihubungkan dengan berbagai hal yang berkaitan dengan:
    • Biologis
    • Sistem syaraf (neuron)
    • Otak (
    • Reaksi biologis: stimulus
    • Implus elektrik (sinyal)
    • Sensori motorik
    • Informasi genetik (bawaan)

  2. Prilaku
    • Tokoh: Jb. Watson
    • Menurut pendekatan ini, dengan mempelajari apa yang dilakukan manusia (yaitu prilakuknya), memungkinkan psikologi menjadi ilmu yang objektif
    • Prilaku manusia menurut pendekatan ini merupakan hasil dari stimulus dan respon (S -R)
    • Prilaku manusia berdasarkan pada kausalitas atau hukum sebab akibat
    • Segala sesuatu itu harus dapat diamati (aktivitas yang dapat diamati)
    • Tingkah laku yang bersifat begitu saja (refleks- refleks instigtik)
    • Untuk mengamati tingkah laku harus dengan cara introfeksi formal (observasi murni)
    • Prilaku itu sangat tergantung dengan lingkungan

  3. Psikoanalis
    • Menurut teori ini yang tampak pada kesadaran kita itu hanya sedikit, sedangkan yang tidak tampak itu banyak. Sehingga untuk dapat memahami manusia bukan hanya kesadarannya tapi juga alam bawah sadarnya yang berupa nafsu-nafsunya
    • Batas kesadaran dengan alam bawah sadar adalah ambang sadar, yang mana alam bawah sadar itu mendorong kesadaran, sedangkan kesadaran itu sifatnya menekan agar tidak semua keinginan itu muncul kepermukaan (nampak)
    • Struktur kepribadian itu terdiri dari:

      1. Id
      2. Ego
      3. Superego

    • Struktur kesadaran terdiri dari:

      1. Alam kesadaran
      2. Ambang sadar
      3. Alam bawah sadar

      Kesadaran --: ego - -: eksekutif
      Ambang sadar --: super ego --: berupa norma-norma hasil d belajar& lingkungan
      Bawah sadar --: id --: keinginan --: aspirasi

    • Menurut S. freud, manusia itu sesungguhnya mempunyai sisi yang abnormal yang semasa kecilnya id-nya sering ditekan yang disebut juga dengan abnormalita (psikoneurotik). Hal itni terjadi pada laki-laki yang dinamakan dengan odipus compleks (benci pada ayah) dan electra compleks pada wanita (cinta pada ayah)
    • Menurut pendekatan psikoanalisis, untuk melihat atau mengungkapkan latar belakang seseorang melakukan sesuatu adalah dengan menggunakan asosiasi bebas

  4. Fenomenologis (Humanistik)
    • Menurut pendekatan ini untuk memahami manusia harus dengan memahami sesuatu yang tidak tampak atau dengan kata lain mengungkapkan hakikat yang ada dibelakang (latar belakangnya)
    • Dalam memandang manusia kita harus memahami manusia secara manusia, dengan kata lain kita harus memahami manusia secara seluruhnya melalui proses mental karena manusia itu sesungguhnya makhluk yang kompleks, hal ini didasari karena manusia itu memiliki harga diri, kesadaran pada dirinya sendiri, dan konsep tentang dirinya sendiri
    • Pusat perhatian pada pengalaman subjek (individu)
    • Berhubungan dengan pengalaman pribadi mengenai dunia dan penafsirannya mengenai berbagai kegiatan yang dihadapinya
    • Motif --: aktualisasi diri dimana manusia dan dirinya sendirilah yang menentukan
    • Memandang manusia secara manusiawi

  5. Kognitif
    • Menurut pendekatan ini, manusia bukan penerima rangsanagn yang pasif. Otak secara aktif mengelola info yang diterima dan mengubahnya dalam bentuk dan kategori baru.
    • Pendekatan kognitif mengacu pada proses mental dari persepsi, ingatan, dan pengolahan informasi yang memungkinkan seseorang memperoleh pengetahuan, pemecahan masalah, dan merencanakan masa depan.
Kekurangan dan kelebihan masing-masing pendekatan-pendekatan:
  1. Neurobiologis
    Kekurangan: sangat biologis

  2. Prilaku
    Kelebihan: Objektif
    Kekurangan:
    • Manusia jadi tidak bebas
    • Manusia seperti robot
    • Manusia seperti hewan
    • Tergantung lingkungan
    • Manusia hanya terdiri dari refleks-refleks

  3. Psikoanalis
    Kelebihan: Teori ini bisa masuk ke alam bawah sadar manusia
    Kekurangan:
    • Manusia sangat ditentukan oleh nafsu
    • Manusia tidak bebas
    • Manusia seperti hewan

  4. Fenomenologis/ humanis
    Kelebihan:
    • Sangat subjektif
    • Manusia punya tubuh dan jiwa
    • Manusia berasal dari manusia
    Kekurangan: Manusia tidak diciptakan oleh Tuhan

  5. kognitif
    Kelebihan: Sangat memusatkan informasi
    Kekurangan: Mengabaikan pada multifungsi

Adapun kekurangan pendekatan-pendekatan tersebut antara lain:
  1. Antroposentris: manusia hanya untuk manusia
  2. Tidak memandang manusia seutuhnya
Selain pendekatan-pendekatan diatas, ada pendekatan lain yang memandang manusia dari sudut pandang teologis (agama). Pendekatan dari sudut pandang agama (dalam hal ini saya khususkan agama islam) mengungkapkan:
  1. Pendekatan ini berdasarkan pada teologis islam (tauhid)
  2. Memandang bahwa manusia itu bebas menentukan eksistensi dirinya dalam pemenuhan amanah Allah SWT kepada manusia
  3. Tingkah laku yang diakui pada pendakat ini berupa tingkah laku yang kasat mata dan tidak kasat mata
  4. Manusia berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan
  5. Manusia terdiri dari :
    • Tubuh: Nafsu
    • Jiwa : Akal
    • Ruh: Fuad (hati nurani yang keberadaannya sering tidak didengar) dan Dhobir (yang lebih suci)
  6. Manusia dipercayakan untuk menggantikan tugas-tugas Allah SWT di muka bumi

Sumber:
Catatan mata kuliah Pengantar Psikologi 14/ 09/04

Senin, 02 Mei 2011

Bidang-bidang Psikologi

Dua tahun yang lalu ada seorang rekan yang bertanya bila mengamil jurusan psikologi nanti ia dapat bekerja dimana? dan terpikir oleh saya untuk menjawabnya juga di blog ini siapa tahu dapat bermanfaat pula untuk rekan-rekan lainnya yang kebetulan juga penasaran dengan bidang keilmuan ini. Dan tak disangka hari ini saya menemukan print out matakuliah pengantar psikologi umum yang membahasa tentang bidang-bidang psikologi tahun 2003 silam (waduh sudah lama sekali ya?)  walaupun sudah lusuh tapi alhamdulillah tulisan ini dapat saya kembangkan lebih baik lagi dari postingan sebelumnya. Nah berikut pembahasan yang telah saya perbaharui:

Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia baik yang nyata maupun yang tidak kasat mata (seperti motivasi, kognitif, memori dll).

Psikologi itu sendiri dalam peminatanya ada beberapa bidang, antara lain:
  • Psikologi perkembangan.
Psikologi perkembangan mempelajari awal mula suatu tingkah laku dan bagaimana perubahan yang terjadi dengan berjalannya waktu dengan kata lain, psikologi prkembangan ini mempelajari perubahan tingkah laku sejak manusia itu lahir hingga ia mati.

Psikologi perkembangan juga macem2, ada psikologi anak,remaja, dan dewasa. ruang lingkupnya bisa buka praktek klinik perkembangan jika kamu sudah S2 dan mengantongi ijin praktek; biro konsultasi dll. 
  • Psikologi pendidikan dan sekolah.
Pada bidang ini kamu bisa bekerja sebgai BK sekolah.
Penerapan pada bidang ini dibagi menjadi dua yaitu: 
  • Psikologi Sekolah.
Penerapan ilmu psikologi di sini pada masalah yang dihadapi seperti gangguan belajar dan cara mengatasinya, misalnya dengan menggunakan metode konseling vokasional.
  • Psikologi pendidikan.  
Penerapan ilmu psikologi di bidang ini untuk tujuan peningkatan efesiensi dan efektifitas proses beajar- mengajar (kurikulum).
  • Psikologi klinis.
Psikologi ini berkaitan dengan normal atau abnormalnya prilaku manusia. ruang lingkup kerjanya bisa di rumah sakit jiwa, biro konsultasi dll.
Psikologis klinis dianggap sebagai "dokter" yang mendiagnosa gangguan psikologis dan "mengobati" pasien dengan psikoterapinya. padahal antara psikologi klinis dengan psikiater itu berbeda adapun perbedaannya antara lain:
  1. Psikogi klinis: S1 + program profesi bidang psikologi.
Psikiater: Dokter yang mengambil spesialisasi bidang psikiatri. 
               2. Psikogi klinis: tidak boleh memberikan obat.
                   Psikiater: boleh memberikan obat.
             
               3. Psikogi klinis: lebih terlatih untuk riset.
.                  Psikiatrer: -

               4. Psikogi klinis: menggunakan tes psikologi.
                   Psikiatrer: -

               5. Psikogi klinis: lebih banyak menggunakan psikoterapi.         
                   Psikiater: "dokter feel good".
  • Psikologi konseling.
Psikologi konseling hampir sama dengan psikologi klinis, hanya saja problem yang dihadapi dapada bidang ini lebih ringan dari pada problem yang dihadapi oleh psikologi klinis, misalnya konseling keluarga atau perkawinan. 
  • Psikologi masyarakat.
Psikologi masyarakat merupakan bagian dari psikologi sosial hanya saja psikologi masyarakat digunakan untuk membantu problem-problem yang ada dimasyarakat.
  • Psikologi sosial.
Psikologi sosial mempelajari bagaimana kehadiran orang lain dapat berpengaruh, seperti perubahan sikap dan hubungan interpersonal. Psikologi sosial ini sering tumpang tindih dengan sosiologi, oleh karna itu perlu diingat bahwa psikologi sosial itu terletak pada individu sedangkan sosiologi terletak pada institusi masyarakat atau sosial.
  • Psikologi industri dan organisasi.
Ruang lingkup psikologi ini berkaitan dengan dunia industri (perusahaan) yang penerapannya  misalnya pada pengembangan karyawan, pembuatan training, administrasi kepegawaian, recruetment, problem management dan sebagainya. Pada bidang ini kalian dapat bekerja di bidang HRD di sebuah perusahaan.
  • Psikologi forensik.
Psikologi ini berkaitan dengan ranah hukum, dimana psikologi forensik berperan membantu pihak yang berwajib dalam menangani kasus kejahatan atau pidana dari sisi psikologi, misalnya benar tidak atau jurur tidak tersangka dalam mengemukakan pernyataannya, apakah tersangka ketika melakukan kejahatan dalam keadaan sadar atau tidak, mengalami gangguan jiwa atau tidak dll.
  • Psikologi lingkungan.
Hal ini berkaitan dengan lingkungan dalam sudut pandang psikologi, misalnya dengan luas kamar 3 x 2 dan tinggi 2 kira2 nyaman ng ya jika di huni 3 orang dan sebagainya.
  • Psikologi eksperimen dan fisiologi.
Bidang ini tidak berperaktek langsung pada problem sehari-hari, namun lebih mencoba meneliti sebab yang mendasar dari tingkah-laku seseorang, dan lebih melakukan riset dasar seperti proses mental yang antara lain berupa memori, belajar, motivasi dan emosi, sensasi, dan persepsi.
Nah... mungkin ini saja yang dapat saya paparkan pada pembahasan kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi rekan-rekan yang ingin mengetahui mengenai bidang keilmuan yang terdapat dalam psikologi. Untuk lebih jelasnya kalian dapat membaca artikel lainn di blog ini atau bila ingin tahu lebih mendalam mengenai bidang keilmuan ini maka jangan ragu untuk mendaftar ke fakultas psikologi he...
Salam kenal: Ratu Nisa Indriasari.

Sumber:
Print out mata kuliah Pengantar Psikologi Umum. 2003. Jakarta: Psikologi YAI.

Entri Populer